Rabu, 27 Mei 2009

PUTUS CINTA

Aku cumin mau memeberi sedikit solusi buat para wanita yang pernah merasa putus cinta. Jatuh cinta emang berjuta rasanya, begitu juga putus cinta, pasti berjuta rasanya juga. Berjuta rasa sedih, rasa sakit, rasa kecewa, rasa menyesal, rasa marah, dan pasti masih banyak lagi perasaan yang lainnya yang pastinya tidak baik yang menimpa diri kita saat putus cinta. Itulah juga yang pernah aku rasakan saat aku putus cinta. Oh…. Tidak…. Apalagi saat kita pacaran, kita sudah berkomitmen untuk hidup bersama, tapi tiba-tiba saja kekasih kita yang sangat kita sayangi dan sangat kita cintai dalam hidup kita saat itu meminta untuk putusin hubungan. Huwaaa…….. tidak……. Pasti hati kita sangat hancur, hancur berkepinh-keping kayak piring jatuh ke lantai dan juga pasti kita tidak bias menerima keputusan yang di ambil oleh kekasih kita.

Namun sebagai manusia yang tegar, kita tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan ataupun trauma bahkan takut menjalin hubungan yang baru dengan yang lain. Hal itu pernah saya rasakan sebelum saya menemukan jalan untuk bisa tegar dan tabah menghadapi semua itu. Saat itu bahkan saya hamper mau pergi dari kota ini, pokoknya aku tidak akan mau lagi bertemu dia lagi. Tapi itu semua hanya akan merugikan diriku sendiri, toh orang yang kita saying itu tetap enjoy saja dengan dirinya sendiri, sungguh betapa kejamnya para cowok. Percayalah… kita pasti akan bias terus melangkah dan merelakan dia pergi. Dari itu semua, dari kejadian yang pernah kita alami, kejadian yang pernah membuat hati kita hancur, kita harus introspeksi diri untuk mencari tahu penyebab kenapa hubungan kita mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan kita dengannya. Apa mungkin kita termasuk salah satu tipe cewek yang dijauhi para cowok.

o Pemarah

Sifat yang satu ini sering mebuat pasangan kita merasa kesal dengan kita, apalagi kalau kita suka marah setiap hari tanpa alas an yang tidak jelas.

o Pemalas

Bila kita sering menunda pekerjaaan kita dan membuatnya menjadi bertumpuk-tumpuk, hanya karena kita sedang malas, itu akan mempengaruhi pandangan kekasih kita terhadap kita. Karena biasanya coeok itu lebih suka n lebih memilih cewek yang rajin daripada cewek pemalas.

o Pembohong

Sifat yang ini sangat perlu diperhatikan, karena kejujuran itu adalah modal utama bagi kita. Kalau kita pembohong, pasti akan membuat kekasih kita merasa kecewa dengan kita. Yang paling pokok dari sebuah hubungan itu kejujuran dan kepercayaan,. Wajar saja kalau dia memutuskan hubungan sebelum melanjutkannya lebih lanjut.

o Materialistis

Hubungan cinta yang hanya berdasarkan materi saja memang sebaiknya disudahi saja. Banyak cowok memutuskan hubungan karena sifat cewek yang seperti itu dan biasanya sifat ini cendrung si cewek tidak serius dalam menjalin hubungan.

o Genit

Sifat ini membuat cowok berfikir dua kali untuk melanjutkan hubungannya. Karena cewek yang genit akan terlihat seperti cewek murahan yang rendahan yang gampang untuk digoda.

o Keras kepala

Keras kepala dan suka menang sendiri sering juga menjadi penyebab putusnya sebuah hubungan.

o Dan lain sebagainya

Hehe…

Ketika sebuah hubungan hubungan berakhir, kita harus mulai membangun kembali hidup kita. Sesingkat apapun waktu sebuah hubungan itu terjalin yang dimiliki sepasang kekasih, dunia terasa telah menjadi satu, telah menjadi milik mereka berdua. Haha… kita sering kehilangan kontak dengan teman saat jatuh cita, jadi ketika putus kita akan merasa sendirian karena kehilangan pacar dan juga kehidupan di dalamnya. Tapi kita tak perlu malu dan sungkan untuk menghubungi kembali teman-teman kita.

Cari kesibukan kita ke dalam kegiatan yang lain, hobi, rekreasi ataupun yang lainnya yang akan membuat hati kita senang. Cari aktifitas bersama teman-teman kita, shopping, ke salon, ke bioskop, ataupun yang lainnya.

Janga pernah berusaha untuk menelpon atau melihatnya. Jika kita berhasil menemuinya atau menelponnya, itu sama saja seperti mengorek luka lama, hanya akan membuat kita menangis lagi. Mungkin pada awalnya yang kita lakukan ini akan membuat perasaan menjadi lebih baik, sampai akhirnya mantan pacar kita menegaskan kepada kita bahwa hubungan kita sudah berakhir (so sad…?) Rasanya sama seperti saat kita putus, kita membiarkan diri kita disakiti lagi.

Walau kadang kita tidak bias berhenti memikirkan mantan pacar kita, berusahalah untuk tidak peduli. Pada awalnya mungkin agak sulit, tapi lama-lama akan terbiasa juga.

Jangan pernah berfikir kalau kita menghubunginya bias mengubah perasaannya, karena itu akan membuat kita merasa kecewa. Ingat, cinta itu bias menjadi pengalaman indah, namun juga bias berubah manjadi pengalaman yang buruk. Yang pasti,, jika dia memang memutuskan untuk kembali, maka dia akan berusaha untuk menghubungi kita kembali.

Melepaskan seseorang yang kita cintai dan menerima bahwa dia tak lagi ingin bersama kita memang sangat menyakitkan. Tetapi hati kita akan sembuh, hanya saja kapan waktunya berbeda-beda. Ingat, sebelum berpacaran, kita pernah mengalami hidup tanpa dia, jadi tidak ada bedanya dengan hidup kita sekarang ini. (YOU JUST NEED BE STRONG, AND HANG ON).

Thx….


PEREMPUAN

Secara definisi perempuan adalah indung telur, kandungan dan perempuan sebagai kategori betina. Pertanyaan yang muncul sekarang apakah definisi biologi tersebut sudah cukup memadai untuk mengetahui makna dan kelebihan seorang perempuan???

Dalam istilah Biologi, bahwa kromosom X dalam laki-laki dan perempuan berasalbdari perempuan. Mengapa kromosom? Karena kromosom adalah suatu mobil kehidupan bagi semua manusia.

Kromosom laki-laki adalh Y dan kromosom perempuan adalah X. seorang laki-laki tidak dapat hidup hanya menggandalkan kromosom Y yang sebenarnyaadalah cirri khas laki-laki. Bila dikaitkan dengan matematika, kromosom Y memiliki 22 angka, sedangkan perempuan memiliki 23 angka. Hal ini dapat menggambarkan bahwa perempuan memiliki kelebihan. Karena dia dapat hidup dengan kromosom XX, sementara laki-laki tidak dapat hidup dengan kromosom YY, melainkan XY.

Seperti yang dituangkan dalam hadits Nabi, ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah “Siapa manusia di dunia yang harus di hormati?” Rasulullah menjawab “Ibumu”. Kemudian sahabat itupun kembali bertanya “Lalu siapa lagi ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Ibumu”. Setelah itu siapa lagi ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Ibumu”. “Lalu siapa lagi ya Rasulullah?” “Rasulullah menjawab “Ayahmu”. Disini terlihat bahwa derajat ibu tiga kali lebih tinggi disbanding ayah, dan kita sebagai anak bertanggungjawab untuk menghormati keduanya baik dari segi perbuatan dan ucapan dimana pun dan kapan pun tanpa membeda-bedakan.

Adapun kisah tentang mana yang lebih dulu ayam atau telur sudah kadaluarsa. Lagi pula jika ayam yang lebih awalpasti ayamnya betina. Bahkan tidak mustahil di masa yang akan datang para ilmuan sudah dapat menciptakan sperma sintesis, tapi rahim ibu yang penuh kasih saying akan selalu dibutuhkan.

Untuk itu sebaiknya kembali kita mengkaji bagaimna sebenarnya memaknai perempuan sebagai bagian dari kehidupan. Seorang sosok yang dimuliakan. Perempuan harus bangkit dari kebodohan, ia harus bangkit dari keterbelakangan dan kekerasan! Karena sebagai Madratsah pertama perannya yang sangat besar sangat dibutuhkan untuk menentukan masa depan Bangsa dan Negara.

Ayo… Bangkitlah Ibuku…! Bangkitlah sobatku…! Sudah lama engkau tertidur pulas, sudah lama engkau menerima segala penindasan. Matahari sudah terbit…!

Sabtu, 23 Mei 2009

kidung anak pembatangan


Kidung Anak Pembatangan

Matahari terik, menyala di tengah peetala langit, membakar sebgit jiwa siapa saja. Hembusan angina tak jua bias mengimbangi panahnya suhu disiang ini. Seandainya tak punya kepentingan tak ada manusia yang mau berlama-lama di luar rumah.

Dari kejauhan kuperhatikan segerombolan kuli pembatangan duduk-duduk, sambil mengelap peluh yang menjalari tubuh mereka. Siang ini seperti siang-siang yang lalu dan entah sampai kapan hal yang sama terjadi berulang kali di kehidupan mereka. Dengan setia kuli-kuli tersebut menunggu mobil-mobil truk berisi kayu, masuk untuk mengisi bansaw-bansaw yang menjerit lapar untuk segera melahap balok-balok maupun sibitan-sibitan kayu gelondongan. Mereka tak pernah peduli dari mana asal kayu-kayu tersebot legalkah atau ilegalkah.

Hari ini aku tersadar, mengapa anak-anak, remaja-remaja, bapak-bapak bahkan ada yang sudah lanjut usia rela berjemur berpanas-panasan bak ikan asin yang dijemur dibakar terik matahari, hanya untuk mengais rezeki. Hilir mudik kendaraan milik makelar menawarkan barang pada bos-bos berduit. Tak kalah bersaing dengan kuli-kuli pembatangan.

Terzikir setiap kali kupandangi mereka, tak terasa bulir-bulir bening menetes disela batang hidungku mengingat orang tuaku adalah bagian dari mereka, bagian dari kuli-kuli pembatagan. Kuli-kuli yang setiap harinya bertaruh nyawa bagaimana tidak sesekali kuperhatikan dengan seksama system kerja mereka tidak ada jaminan keamanan, tidak ada pesangon dihari tua, aku menjerit adilkah ini. Mana gaungnya selama ini hokum, undang-undang tentang buruh? Niihil undang-undang itu hanya berlaku untuk orang-orang yang berjas necis dan berdasi perlente, duduk tenang di singgasananya.

Kadang kute teskan air mataku bila kupandangi wajah lusuh ayahku nerusaha kuat mengayuh sepeda reyotnya bersaing ketat dengan otot-otot kekar dan diantara deru asap motor pesaing berat ayahku, walaupun mereka segrup tetaplah dalam satu grup ada persaingan. Ah, aku ingin marah tapi pada siapa? Aku tak kuasa melihat ketidakadilan arus globalisasi dan takdir Tuhan tentang nasib.

♣ ♣ ♣

Namaku Hafsah, nama yang diberikan orang tuaku 20 tahun silam. Pinggiran desa Liang Anggang adalah desa kelahiranku. Sejak aku lahir kedua orang tuaku menaruh harapan besar padaku. Diriku terlahir bukanlah dari keluarga yang mapan, tapi aku terlahir dari keluarga ysng sangat sederhana, ayahku seorang kuli dan ibuku seorang guru honorer di sekolah Madratsah Ibtidaiyah Swasta, berbekal lulusan Aliyah sudah hamper 25 tahun ibu mengabdi pada guru honorer dengan gaji yang minim. Namun dengan segala keterbatasan keluargaku dalam bidang ekonomi, itu tak berlaku bagi orangtuaku dalam hal pendidikan karena bagi ayah dan ibu, karena ilmulah orang berharga di mata Allah apalagi di mata manusia bukan harta serta materi seseorang tinggi derajatnya tapi ilmu.

Ku sudah terbiasa setiap kenaikan kelas tak pakai baju seragam baru apalagi sepatu baru, bias bayar daftar ulang saja sudah bersyukur Alhamdulillah. Aku juga sudah terbiasa sering tak dikasih uang saku dan hanya bawa bekal nasi dingin itu juga kalau ada sisa makan malam tapi seringnya puasa sih…

Sekarang aku makin tambah kagum dan bangga pada ayah bukan karena ku sudah bias sampai jenjang kuliah pendidikanku. Namun di usia senjanya dia masih berjuang bergelut di usaha yang sama tanpa menyerah dan mengeluh walau kupandangi kulit ayah menjadi keriput dan sayu matanya yang tak lagi bening berganti kekuning-kuningan. Tapi entahlah apa aku harus merasa durhaka di satu sisi aku bangga karena anak seorang kuli pembatangan bias kuliah atau sebaliknya aku durhaka seperti yang segelintir orang-orang cemoohkan kepadaku “tak tau diri kau Hafsah, anak kuli sok kuliah, kawin saja kau bebaslah tanggungan orang tuamu. Mendengar cemoohan itu aku hanya bias diam, kadang ada benarnya, kadang kupikir tau apa mereka tentang nasibku kalau aku sudah kawin apa bias menjamin. Tapi dibalik itu aku selalu teringat ucapan guru Qur’an Hadits waktu di Tsanawiyah dulu “ Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau kaum tersebut tidak merubah”. Sampai kapanpun kata-kata beliau selalu terngiang dikupingku dan kusimpan baik-baik dalam sanubariku, don’t afraid, Allah pasti mau merubah nasibku, semangat desahku dalam dada yang mulai menyesak, oleh himpitan kehidupan.

Ibuku tipe pendiam, namun setiapku berlabuh ke Banjarmasin untuk kuliah selalu beliau berpesan “buat orangtuamu bangga, jangan liat ke atas jadi orang sederhana lebih terhormat daripada jadi orang ada lupa sama Allah. Pesan-pesan ibulah yang menjadi penawar saat racun-racun syetan mulai mengusik dan menjalari keimananku, untuk lalai hidup di Banjarmasin. Sejak aku menginjakkan kaki di Banjarmasin aku sudah berjanji haram bagiku mempergunakan uang kiriman orangtuaku buat hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kuliah. Tidakkah durhaka anak-anak yang menyelewengkan amanah orangtuanya.

Sekarang aku sudah memasuki semester akhir, judul skripsiku telah diseminarkan, garapan skripsikupun sudah 90%. Ayah ibu tinggal selangkah lagi gumamku, hai dunia liat aku seorang anak kuli pembatangan akan jadi sarjana teriakku dalam hati. Ayah, ibu inilah hasil jerih payahmu maafkan aku jika hanya ini balasannya. Kata-kata final yang akan ku katakan nanti tatkala aku pakai baju wisuda. Dan berdiri tegak di atas podium tatkala namaku disebut Hafsah binti Suriadi. Juga ingin kuteriakkan keseluruh angkasa agar seluruh makhluk bersorak, bumi berguncang, bunga-bunga bertebaran dari langit, angina semerbak berembus, dan para malaikat bertasbih dari segala tingkatan langit bersuka ria, menyaksikan tetes air mata kebahagiaanku dan orang tuaku. I love you so much my parent’s.